Oleh: Majelis Pustaka dan Informasi
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi
Cirebon, 2 Agustus 2026 – Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi menyampaikan laporan kegiatan strategis yang baru saja diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat. Pelatihan bertajuk Manajemen Reputasi Digital Organisasi berlangsung selama tiga hari, 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, di Universitas Muhammadiyah Cirebon, dan diikuti oleh perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dari seluruh wilayah Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata semangat tajdid atau pembaruan yang senantiasa dijalankan Muhammadiyah: tetap teguh pada prinsip ajaran, namun luwes dan selaras dengan perkembangan zaman. Hadir memimpin sekaligus membuka kegiatan tersebut Ketua PWM Jawa Barat, Prof. Dr. Ahmad Dahlan, M.Ag., didampingi Wakil Ketua PWM Jawa Barat, Prof. Dr. Wahyu Srigutomo, M.Si.; Sekretaris PWM Jawa Barat, Dr. Iu Rusliana, M.Si.; Bendahara PWM Jawa Barat, H. Acep Muharom T. Syam; Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon, Arif Nurudin, S.T., M.T.; Direktur PSDM PWM Jawa Barat, Dr. Choirul Fajri, M.A.; Ketua MPI PWM Jawa Barat, Kelik Nursetyo, M.Kom.; serta Sekretaris MPI PWM Jawa Barat, Hadi Muhammad Rizal, M.Kom.
Dari jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi, turut hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Sutardi Akbar dan Rifki Abdul Kholik. Kehadiran keduanya melambangkan estafet pengabdian yang berkelanjutan: perpaduan antara kematangan pengalaman dalam mengelola roda organisasi sehari-hari dengan semangat segar generasi muda yang tumbuh di tengah arus kemajuan teknologi.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta mendalami berbagai hal krusial, mulai dari pemantapan pedoman standar identitas organisasi, penyampaian nilai-nilai persyarikatan dalam bahasa komunikasi publik yang santun dan tepat, strategi menjaga kepercayaan di ruang media sosial, penanganan dinamika informasi, hingga penyusunan berita dan rencana komunikasi yang terarah. Seluruh materi disampaikan secara mendalam oleh para akademisi dan praktisi yang berkompeten di bidangnya.
Ketua PWM Jawa Barat dalam amanatnya mengingatkan bahwa menjaga nama baik organisasi sejatinya adalah menjaga amanah dalam menyampaikan dakwah Islam yang berkemajuan.
“Kita tidak boleh hanya kuat secara ilmu dan nilai, namun lemah dalam cara menyampaikannya. Hadirnya Muhammadiyah di tengah masyarakat haruslah jelas, terpercaya, dan memberi manfaat yang nyata,” ujarnya.
Sutardi Akbar, yang telah lama mengabdi di bidang kesekretariatan, menyampaikan bahwa langkah ini diambil agar pengabdian di balik layar senantiasa relevan.
“Kami ingin memastikan bahwa tata kelola yang kami bangun mampu menopang langkah persyarikatan untuk melangkah lebih luas, tidak hanya terbatas pada ruang administrasi semata,” tuturnya.
Sementara itu, Rifki Abdul Kholik yang mewakili generasi muda menegaskan peran kaumnya sebagai penerus amanah.
“Kami tumbuh di tengah dunia yang terhubung secara digital. Tugas kami bukan sekadar melanjutkan apa yang telah diwariskan, melainkan memastikan nilai-nilai luhur Muhammadiyah tetap terdengar, dipahami, dan dirasakan manfaatnya oleh generasi masa depan dengan cara yang santun serta selaras dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah senantiasa bergerak, berbenah, dan memperkokoh barisan. Melalui pembaruan kapasitas kader di bidang komunikasi dan manajemen reputasi organisasi, diharapkan persyarikatan semakin mampu menjalankan perannya sebagai pelayan umat, pengabdi bangsa, dan penegak ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

