SUKABUMI — Pelaksanaan KKN LPCR Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Kelompok H resmi berakhir setelah menjalani masa pengabdian sejak 6 Juli hingga 15 Agustus 2026. Penutupan ditandai dengan Lokakarya Akhir pada Sabtu, 15 Agustus 2026, yang menjadi momentum evaluasi sekaligus apresiasi atas berbagai program yang telah dilaksanakan selama masa KKN.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Lurah Jayamekar, Ketua RT dan RW setempat, perwakilan warga, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Sukabumi, perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), serta Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah se-Kota Sukabumi.
Selama masa pengabdian, 14 mahasiswa Kelompok H terlibat dalam berbagai program, mulai dari pendataan dan verifikasi anggota Muhammadiyah, penguatan cabang dan ranting, inisiasi pembentukan Ranting Baros, pendampingan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) PCM Cikole, kegiatan kesehatan, pengajian anak, dakwah berbasis digital, hingga pendampingan di SMP dan TK ‘Aisyiyah.
Salah satu capaian penting adalah keterlibatan mahasiswa dalam persiapan Musypimcab PCM Cikole yang terlaksana pada 9 Agustus 2026. Musypimcab tersebut menetapkan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Musycab) Muhammadiyah Cikole pada 26 Agustus 2026, susunan kepanitiaan Musycab, Panitia Pemilihan (Panlih), serta tata tertib pemilihan.
PDM Apresiasi Pengabdian Mahasiswa

Bendahara PDM Kota Sukabumi, H. Syahid Arsalan, S.Ag., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan KKN.
“Kami dari PDM Kota Sukabumi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh mahasiswa. Mereka telah memberikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membantu persyarikatan dan masyarakat. Semoga apa yang dilakukan memberikan manfaat dan menjadi amal kebaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kota Sukabumi, Andri Sumarna, M.Si., menilai KKN Kelompok H memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami organisasi Muhammadiyah secara langsung.

“Teman-teman mahasiswa mendapatkan pengalaman yang cukup lengkap, mulai dari pendataan anggota, pengembangan cabang dan ranting, sampai terlibat dalam proses persiapan Musypimcab. Ini menjadi pengalaman penting untuk memahami bagaimana Muhammadiyah bergerak dan berorganisasi,” ungkapnya.
Andri berharap pengalaman tersebut dapat terus dibawa mahasiswa setelah kembali ke kampus dan menjadi bekal untuk terus berkontribusi di masyarakat.
KKN Berakhir, Silaturahmi Berlanjut

Kepala Sekretariat PDM Kota Sukabumi, Sutardi, S.AP., yang selama ini turut mendampingi rangkaian kegiatan KKN, menyampaikan kesan tersendiri sebagai alumni UMMI.
“Senang bisa mendampingi adik-adik selama KKN. Banyak cerita dan pengalaman yang kita lalui bersama. Semoga apa yang didapat selama KKN bisa menjadi bekal untuk terus belajar, berorganisasi, dan memberikan manfaat di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar berakhirnya KKN tidak menjadi akhir dari hubungan yang telah terjalin.
“KKN-nya boleh selesai, tapi silaturahminya jangan ikut selesai. Kita tetap keluarga besar UMMI dan Muhammadiyah. Terima kasih sudah mengabdi dan menjadi bagian dari perjalanan PDM Kota Sukabumi.”
Penutupan KKN ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara UMMI, PDM Kota Sukabumi, LPCRPM, PCM dan PRM, Ortom, Amal Usaha Muhammadiyah, serta masyarakat.
PDM Kota Sukabumi berharap semangat pengabdian dan kolaborasi yang telah dibangun selama pelaksanaan KKN dapat terus berlanjut, meskipun masa penempatan mahasiswa telah berakhir.
“Terima kasih telah mengabdi. KKN boleh berakhir, tetapi silaturahmi dan semangat untuk terus memberi manfaat semoga tetap berlanjut.”
Editor :
Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kota Sukabumi

