SUKABUMI — Senin, 10 Agustus 2026. Musibah kebakaran yang menimpa Ibu Anih di Kampung Nyangkokot RT 002/RW 001, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada 21 Juli 2026 lalu menghanguskan seluruh bagian rumah beserta isinya.
Api mungkin telah menghanguskan rumah dan harta benda yang dimiliki, tetapi tidak boleh memadamkan harapan. Di tengah musibah tersebut, semangat kepedulian dan gotong royong hadir menguatkan Ibu Anih dan keluarga.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Sukabumi hadir menyalurkan bantuan kepada Ibu Anih sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi musibah. Bantuan tersebut disalurkan melalui Lazismu Kantor Layanan (KL) Aisyiyah.
Bantuan diserahkan langsung oleh Bendahara PDA Kota Sukabumi, Ibunda Eli Pahrudin, didampingi jajaran pengurus Aisyiyah. Bantuan berupa uang tunai dan pakaian layak pakai tersebut merupakan amanah dari para donatur yang telah mempercayakan hartanya melalui Lazismu KL Aisyiyah untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami dari PDA Kota Sukabumi menyampaikan amanah yang dititipkan kepada kami melalui Lazismu KL Aisyiyah. Semoga ini dapat membantu meringankan beban Ibu dan keluarga,” tutur Eli Pahrudin.
Menguatkan di Tengah Musibah

Turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut Sekretaris PDM Kota Sukabumi, Dr. H. Yana Fajar FY Basori, S.Ag., M.Si. Ia menyampaikan pesan penguatan kepada Ibu Anih agar tetap sabar dan tegar dalam menghadapi musibah.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika seorang Muslim tertimpa musibah:
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahumma’jurni fi mushibati wa akhlif li khairan minha.”
Doa tersebut mengandung permohonan kepada Allah SWT agar diberikan pahala atas musibah yang dialami dan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik.
“Artinya, di balik ujian pasti setelahnya ada hikmah yang dapat Ibu dan kita semua ambil. InsyaAllah, di balik kesusahan yang menimpa Ibu akan ada kemudahan setelahnya,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa musibah bukanlah akhir dari perjalanan. Di balik kehilangan, selalu ada ruang untuk tumbuhnya kesabaran, kepedulian, dan harapan baru.
Warga Mekarsari Bergotong Royong

Kepedulian terhadap Ibu Anih juga datang dari masyarakat Desa Mekarsari. Pasca kebakaran, warga sekitar secara bergotong royong membantu proses pembangunan kembali rumah Ibu Anih.
Ibu Ira selaku Kepala Dusun (Kadus) setempat yang turut menyaksikan penyerahan bantuan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Muhammadiyah dan Aisyiyah atas perhatian yang diberikan kepada warganya.
“Saya selaku Kadus mewakili Bapak Kepala Desa Mekarsari menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian yang telah diberikan kepada warga kami di sini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan kembali rumah Ibu Anih dilakukan secara swadaya dengan mengandalkan kemampuan dan biaya seadanya. Meskipun prosesnya tidak dapat berlangsung dengan cepat, semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan bagi keluarga Ibu Anih untuk kembali bangkit.
“Kendati demikian, insyaAllah warga kami memiliki semangat gotong royong yang sangat tinggi,” pungkasnya.
Semangat gotong royong tersebut menjadi bukti bahwa Ibu Anih tidak menghadapi musibah seorang diri. Ada masyarakat yang hadir, ada para donatur yang peduli, dan ada persyarikatan yang berupaya mengambil bagian dalam meringankan beban.
Gerakan Filantropi Lazismu KL Aisyiyah

Ketua PDA Kota Sukabumi, Dr. Hj. Amalia Nur Milla, M.P., menyampaikan bahwa bantuan kepada Ibu Anih merupakan bagian dari Gerakan Filantropi yang terus digalakkan melalui Lazismu KL Aisyiyah.
Gerakan tersebut sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan kepada sejumlah korban kebakaran di wilayah Kabupaten Sukabumi dalam beberapa pekan terakhir, di antaranya di Wangunreja dan Cipta Mulya.
“Bantuan yang kami salurkan merupakan buah dari Gerakan Filantropi yang digalakkan oleh Lazismu KL Aisyiyah. Alhamdulillah, karenanya kami dapat setidaknya membantu meringankan para korban,” ungkapnya.
Amalia menegaskan bahwa gerakan tersebut dapat berjalan berkat kepercayaan para donatur yang telah menitipkan sebagian hartanya melalui Lazismu KL Aisyiyah.
“Para donatur yang menitipkan hartanya kepada Lazismu KL Aisyiyah memiliki peran yang sangat penting. Bantuan ini merupakan amanah dari para donatur untuk saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) yang turut mendukung aksi kemanusiaan tersebut, khususnya dengan memberikan dukungan transportasi untuk menuju lokasi bencana.
“Termasuk Pimpinan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) yang telah mensupport transportasi untuk kami menuju lokasi bencana. Dukungan seperti ini menjadi bagian dari sinergi dan kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah,” tambahnya.
Al-Ma’un dalam Aksi Nyata

Bantuan kepada Ibu Anih menjadi salah satu wujud nyata dari semangat Al-Ma’un yang terus dihidupkan dalam gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Semangat Al-Ma’un tidak berhenti pada kepedulian secara lisan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata untuk hadir dan membantu mereka yang sedang berada dalam kesulitan.
Dari para donatur yang menitipkan hartanya melalui Lazismu KL Aisyiyah, dukungan transportasi dari UMMI, kepedulian Muhammadiyah-Aisyiyah, hingga gotong royong masyarakat Desa Mekarsari, seluruhnya menjadi bagian dari mata rantai kebaikan yang menguatkan Ibu Anih dan keluarganya.
Muhammadiyah hadir, Aisyiyah bergerak, Lazismu menghimpun kebaikan, UMMI mendukung, dan masyarakat bergotong royong. Bersama-sama menghidupkan semangat Al-Ma’un untuk membantu Ibu Anih bangkit dan menyalakan kembali harapan setelah musibah.

